Air Surut, Duka Tertinggal: KemenHaj Kabupaten Solok Basuh Luka Korban Banjir Saniangbaka dan Koto Sani
Air Surut, Duka Tertinggal: KemenHaj Kabupaten Solok Basuh Luka Korban Banjir Saniangbaka dan Koto Sani
Kabar Gumanti TV
Koto Baru, Solok | gumantitv.online — Meski aktivitas masyarakat Kabupaten Solok mulai berangsur normal pasca-banjir besar yang melanda sekitar sebulan lalu, jejak trauma masih membekas di hati sebagian warga. Terutama di wilayah Saniangbaka dan Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, hingga Paninggahan, Muara Pingai, Aie Dingin, serta kawasan Subarang Danau Singkarak, yang terdampak paling parah akibat bencana alam terbesar dalam kurun 50 tahun terakhir.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KemenHaj) Kabupaten Solok turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Isak Tangis Hj. Nur’aini: Rumah dan Kenangan yang Terenggut
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat rombongan KemenHaj Kabupaten Solok yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor, Sesmadewita, S.Sos.I., M.AP, mengunjungi Hj. Nur’aini, jamaah haji tahun 2024 asal Koto Sani. Dengan suara terbata dan mata berkaca-kaca, Hj. Nur’aini menceritakan kondisi rumahnya yang rusak berat dan tidak lagi layak huni.
“Rumah ambo rusak parah, indak bisa ditempati lai do nak. Kini ambo terpaksa manumpang di rumah adiak-adiak. Mohon doakan ambo kuat,” tuturnya dalam bahasa Minangkabau, sarat kesedihan.
Bagi Hj. Nur’aini, kunjungan dan bantuan yang diberikan bukan semata bantuan materi, melainkan suntikan semangat di tengah keterpurukan. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh KemenHaj Kabupaten Solok beserta rombongan.
Kunjungan tersebut turut didampingi jajaran KemenHaj Kabupaten Solok, yakni Masriwal, S.AP., H. Dodi Waldi, M.A., Yemi Wahyuni, M.A., Titin Yuntrisna, S.Pd., dan Rina Elvira, S.Sos, serta tokoh masyarakat Saniangbaka dan pengurus PC Muhammadiyah Kecamatan X Koto Singkarak.
Bantuan Modal Usaha untuk Warga Saniangbaka
Selain itu, KemenHaj Kabupaten Solok juga menyerahkan bantuan berupa modal usaha dan paket sembako kepada lima Kepala Keluarga (KK) di Nagari Saniangbaka yang mengalami kerugian berat akibat banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik kebangkitan ekonomi keluarga yang terdampak.
Bagi para korban, kehilangan rumah berarti kehilangan pusat kehidupan—bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga ruang menyimpan kenangan keluarga. Dalam kondisi itulah, uluran tangan dan kepedulian menjadi kekuatan utama untuk bangkit kembali.
KemenHaj Kabupaten Solok: Hadir untuk Kemanusiaan
Kepala Kantor KemenHaj Kabupaten Solok, Sesmadewita, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab moral, empati, dan persaudaraan kemanusiaan.
“Badai pasti berlalu. Namun selama proses itu, kami ingin hadir agar masyarakat tidak merasa berjuang sendirian. Ini tentang kemanusiaan dan kepedulian, bukan soal besar kecilnya bantuan. Apalagi KemenHaj baru sekitar dua bulan hadir di Kabupaten Solok,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan doa kepada para dermawan yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui KemenHaj Kabupaten Solok, di antaranya karyawan PT Pama Persada Nusantara Kalimantan Timur melalui Iwan Chaniago, serta Hj. Hasnah (Dagang) di Jakarta.
Melalui bantuan ini, diharapkan semangat para korban kembali bangkit. Karena di balik setiap musibah, selalu ada hikmah serta tangan-tangan kepedulian yang menopang agar kehidupan dapat terus dijalani dengan keteguhan dan kelapangan jiwa.
Tim KanKemenHaj Kabupaten Solok
Koto Baru, 16 Januari 2026.
Komentar
Posting Komentar