Langsung ke konten utama

Jalan di Nagari Salimpek Gelap Bertahun-tahun, LPJU Tak Pernah Hadir Meski Tiang Listrik Berjejer

Jalan di Nagari Salimpek Gelap Bertahun-tahun, LPJU Tak Pernah Hadir Meski Tiang Listrik Berjejer
Kabar Gumanti TV

Solok, gumantitv.online — Setiap kali malam turun dan azan Magrib berkumandang, ruas jalan dari Kantor Wali Nagari Salimpek hingga Jorong Tanjung Balik, seolah lenyap dari peta pelayanan publik. Gelap total. Tanpa satu pun lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang berfungsi. Jalan ini juga Merupakan penghubung dua Kecamatan Lembah Gumanti dan Hiliran Gumanti. 

Fakta di lapangan menunjukkan kondisi ini bukan masalah baru. Warga menyebut, Bertahun-tahun  jalan tersebut dibiarkan tanpa penerangan, meski tiang-tiang listrik PLN berdiri berjejer rapi di sepanjang jalan dan permukiman warga tumbuh padat di kiri dan kanan ruas jalan.

Pertanyaannya: mengapa jalan hidup ini dibiarkan gelap begitu lama?
Jalan Aktif, Permukiman Padat, Tapi Tanpa Lampu

Pantauan Gumanti TV Online di lapangan memperlihatkan: Jalan ini dilalui kendaraan roda dua dan roda empat setiap hari
Rumah warga berdiri rapat di sepanjang jalan 

Anak-anak, pelajar, petani, dan pedagang menggantungkan mobilitas pada ruas ini
Namun ironisnya, tidak satu pun LPJU terpasang atau menyala, seolah jalur ini berada di luar perhatian pemerintah daerah.

“Tiangnya ada, listrik ada, rumah warga ada. Tapi lampu jalan tidak pernah ada,” ungkap seorang warga Salimpek kepada Gumanti TV Online.

Kecelakaan Berulang, Tapi Tak Pernah Jadi Alarm. Warga mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi, terutama saat malam hari. Minimnya penerangan membuat pengendara sulit melihat kondisi jalan, pejalan kaki, maupun kendaraan dari arah berlawanan.

Namun hingga kini, tidak ada data kecelakaan yang dipublikasikan secara terbuka, tidak ada papan peringatan, dan tidak terlihat adanya langkah mitigasi dari instansi terkait.

Situasi ini memunculkan dugaan bahwa keselamatan warga belum menjadi prioritas utama dalam perencanaan infrastruktur jalan kabupaten di wilayah ini.

Aktivitas Sosial Lumpuh Saat Malam
Dampak gelapnya jalan tidak berhenti pada kecelakaan. 

Aktivitas sosial dan keagamaan warga ikut terhenti. Banyak orang tua mengaku tak berani mengantar anak-anak ke surau untuk mengaji setelah Magrib. 

Warga juga membatasi aktivitas malam hari karena takut menjadi korban kejahatan.
“Kalau sudah Magrib, kami memilih di rumah saja. Gelap dan sepi, rawan,” kata warga lainnya.

Kondisi ini secara tidak langsung mematikan ruang sosial masyarakat, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Siapa Bertanggung Jawab?

Sebagai jalan berstatus kabupaten, penyediaan dan pemeliharaan LPJU merupakan bagian dari tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Solok, baik melalui dinas teknis maupun kebijakan anggaran daerah.

Namun hingga berita ini diturunkan:
Belum terlihat pemasangan LPJU
Belum ada penjelasan resmi mengapa jalan ini dibiarkan gelap bertahun-tahun
Belum ada jadwal atau komitmen terbuka terkait penanganan masalah ini

Warga mempertanyakan:
apakah wilayah Nagari Salimpek tidak masuk prioritas pembangunan, ataukah persoalan ini selalu tersisih dalam perencanaan anggaran?

Desakan Warga: Jangan Tunggu Korban Lebih Banyak

Masyarakat Nagari Salimpek secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten Solok untuk:
Segera memasang LPJU di sepanjang ruas jalan
Memanfaatkan tiang listrik yang sudah tersedia
Menjadikan keselamatan warga sebagai prioritas, bukan sekadar angka di atas kertas
“Ini bukan soal estetika. Ini soal nyawa,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Catatan Investigasi Gumanti TV
Gelapnya jalan kabupaten di Nagari Salimpek adalah potret kelalaian pelayanan publik. Ketika infrastruktur dasar seperti penerangan jalan diabaikan selama bertahun-tahun tahun, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, tetapi keselamatan, keamanan, dan hak warga negara.

Reporter: Tim Liputan Daerah
Editor: Redaksi GumantiTV.Online
Lokasi: Nagari Salimpek


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selokan Tersumbat, Air Masuk ke Ruang Kelas SMKN 2 Lembah Gumanti, Perlu Penanganan Bersama

Selokan Tersumbat, Air Masuk ke Ruang Kelas SMKN 2 Lembah Gumanti, Perlu Penanganan Bersama Kabar  Gumanti TV Su ngai Nanam,  gumantitv.online  —  Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Nagari Sungai Nanam dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air meluap hingga masuk ke sejumlah ruang kelas di SMKN 2 Lembah Gumanti, tepatnya di Lipek Pageh, Kamis (23/4/2026). Peristiwa tersebut dipicu oleh kondisi selokan di sekitar bangunan sekolah yang tertimbun tanah, sehingga aliran air tidak berjalan lancar dan akhirnya meluap ke dalam ruangan kelas. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar serta mengancam kerusakan sarana dan prasarana sekolah, mulai dari meja dan kursi hingga perangkat elektronik penunjang pembelajaran. Pihak sekolah menilai, normalisasi dan perbaikan sistem drainase menjadi kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang. Kepala SMKN 2 Lembah Gumanti, Aviv Andrici, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa p...

Menyambut PPDB TP 2026/2027, SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kepedulian Lingkungan

Menyambut PPDB TP 2026/2027, SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kepedulian Lingkungan Kabar  Gumanti TV Su ngai Nanam,  gumantitv.online  —  Dalam rangka menyambut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2026/2027, dua lembaga pendidikan menengah di kawasan Sungai Nanam Raya, Kecamatan Lembah Gumanti, yakni SMAN 2 Lembah Gumanti dan SMKN 2 Lembah Gumanti, menggelar kegiatan yang melibatkan komite sekolah serta masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kepedulian lingkungan. SMAN 2 Lembah Gumanti Gelar Musyawarah Komite SMAN 2 Lembah Gumanti yang berlokasi di Aie Baluluak Sungai Nanam mengadakan Musyawarah Komite Sekolah dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, dewan guru, pengurus komite, wali murid, serta unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Turut hadir Sekretaris Nagari Sungai Nanam Harmi Sriono Adlis (mewakili Wali Naga...

Potensi 350 Lulusan SLTP per Tahun, Tokoh Nagari Sungai Nanam Serukan: Prioritaskan SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti

Potensi 350 Lulusan SLTP per Tahun, Tokoh Nagari Sungai Nanam Serukan: Prioritaskan SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti Kabar  Gumanti TV Su ngai Nanam,  gumantitv.online  —  Pemekaran Nagari Sungai Nanam yang tengah berlangsung menuju pembentukan empat nagari baru—Sungai Nanam Induk, Sungai Nanam Timur, Sungai Nanam Barat, dan Sungai Nanam Selatan—menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Solok dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Nagari Sungai Nanam yang dikenal sebagai sentra pertanian dataran tinggi dengan pesona wisata sayuran, ternyata menyimpan potensi besar di bidang pendidikan. Setiap tahunnya, tiga sekolah menengah pertama negeri di wilayah ini, yakni SMPN 2, SMPN 6, dan SMPN 8 Lembah Gumanti, meluluskan rata-rata sekitar 350 siswa tingkat SLTP . Namun, potensi besar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan. Masih banyak lulusan yang memilih melanjutkan...