Sukseskan Trilogi Program Kemenag, MTsN 5 Solok Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta
Kabar Gumanti TV
Surian, Solok, gumantitv.online – MTsN 5 Solok menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan Trilogi Program Kementerian Agama dengan menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 2–4 Februari 2026, bertempat di ruang majelis guru MTsN 5 Solok, Surian.
Workshop menghadirkan Dr. Hj. Khurnia Evanila Sari, M.Pd, Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, sebagai pemateri utama yang memberikan penguatan konseptual sekaligus praktik implementasi kurikulum berbasis nilai kasih sayang dalam pendidikan madrasah.
Sinergi Pendidik se-Kecamatan Pantai Cermin
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 5 Solok, tetapi juga melibatkan peserta undangan dari sejumlah madrasah di wilayah Kecamatan Pantai Cermin. Kehadiran peserta lintas madrasah ini bertujuan memperluas dampak penerapan Kurikulum Berbasis Cinta agar dapat terinternalisasi secara merata di lingkungan pendidikan keagamaan setempat.
Materi Inspiratif dan Antusiasme Peserta
Selama tiga hari pelaksanaan, suasana workshop berlangsung aktif dan interaktif. Dr. Khurnia Evanila menilai semangat peserta sangat tinggi dalam mengikuti setiap sesi.
“Workshop ini berjalan dengan penuh semangat. Peserta sangat interaktif. Materi yang disampaikan memadukan pendekatan pedagogis modern dengan sentuhan spiritual dan emosional,” ujar Dr. Khurnia.
Adapun materi yang dibahas meliputi:
- Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah
- Integrasi ekoteologi dalam pembelajaran
- Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning)
- Analisis KBC dalam CP–TP dan penyusunan ATP
- Penyusunan perangkat pembelajaran terintegrasi KBC dan ekoteologi
- Asesmen pembelajaran
- Penguatan kegiatan ko-kurikuler
Peserta juga terlibat dalam diskusi kelompok dan simulasi pembelajaran. Sejumlah guru mengaku memperoleh perspektif baru dalam menangani peserta didik dengan pendekatan yang lebih personal, empatik, dan tetap efektif.
Dukungan Kebijakan Kementerian Agama
Workshop ini turut diperkuat oleh kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dr. (Cand) H. Zulkifli, S.Ag., M.M, yang menyampaikan materi tentang arah dan kebijakan pendidikan Kementerian Agama RI.
“Kurikulum Berbasis Cinta bukan berarti meniadakan disiplin, melainkan mendasari setiap proses belajar-mengajar dengan empati. Siswa harus merasa dihargai dan aman dalam bereksplorasi. Kementerian Agama terus berupaya menjadikan pendidikan sebagai modal utama membentuk SDM Indonesia yang unggul,” jelas H. Zulkifli.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kabupaten Solok, Dr. (Cand) Lizi Virma Suryanti, S.ST., M.Si, menyampaikan materi tentang Penguatan Moderasi Beragama.
“Moderasi beragama adalah cara pandang dan sikap beragama yang mengambil jalan tengah, tidak ekstrem. Ini bukan memoderasi ajaran agama, tetapi memoderasi cara penganutnya memahami ajaran agar tetap toleran, seimbang, dan menjaga kerukunan dalam kemajemukan,” terang Lizi.
Langkah Nyata Menuju Madrasah Unggul
Kepala MTsN 5 Solok, Syahruddin, S.Ag., M.S.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
“Workshop ini adalah upaya membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter. Dengan kurikulum berlandaskan kasih sayang, madrasah diharapkan menjadi rumah kedua yang nyaman bagi siswa,” ujarnya.
Kegiatan resmi ditutup pada Rabu sore oleh Kepala MTsN 5 Solok didampingi Kepala Tata Usaha Masriwal, S.AP. Penutupan ditandai dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk segera mengimplementasikan hasil workshop dalam proses pembelajaran di kelas.
Harapan untuk Dukungan Sarana
MTsN 5 Solok yang berdiri sejak tahun 1997 telah meluluskan ribuan peserta didik dan menjadi bagian penting perkembangan pendidikan di Surian. Namun, masyarakat dan komite madrasah berharap adanya dukungan pembangunan gedung baru karena sebagian fasilitas yang ada saat ini dinilai mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan pembaruan.
Dengan semangat pembaruan kurikulum dan penguatan karakter, MTsN 5 Solok diharapkan terus menjadi madrasah unggulan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Solok.
Komentar
Posting Komentar