Perantau Minang dari Jambi Terpesona, Keindahan Sungai Nanam dan Alam Sumatera Barat yang mengugah
Kabar Gumanti TV
Arosuka,Solok, gumantitv.online — Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah telah berlalu, namun kerinduan akan kampung halaman tetap membekas di hati para perantau. Hal ini dirasakan rombongan perantau Minang asal Jambi yang dipimpin oleh Hj. Yulma Erita, SH, putri asli Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.
Kepulangan mereka ke Ranah Minang menjadi momen penuh haru sekaligus kebanggaan. Hj. Yulma Erita diketahui berasal dari keluarga perantau yang telah menetap hampir 80 tahun di Kota Jambi, dimulai dari orang tuanya, almarhum Drs. H. Bustanuddin dan ibunda Hj. Basriah Binti Angkat, S.Pd.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan sempat singgah di TK dan SD Islam Sarbainah Sukarami Arosuka serta Tugu Ayam Arosuka. Momen itu menjadi titik awal kekaguman mereka saat kembali menyaksikan keindahan alam Sumatera Barat yang masih terjaga.
“Rasanya berbeda sekali. Walaupun sudah lama merantau, keindahan alam di sini tidak pernah berubah, bahkan semakin memikat. Perkembangan Ranah Minang juga luar biasa,” ungkap Hj. Yulma Erita.
Perjalanan yang awalnya sekadar melepas rindu berubah menjadi pengalaman mendalam. Hamparan sawah hijau, udara sejuk pegunungan, serta panorama alam yang asri memberikan kesan yang sulit dilupakan.
Selama berada di Sumatera Barat, rombongan yang didampingi Masriwal, S.AP — tokoh muda Sungai Nanam sekaligus pendiri dan pembina Yayasan TK & SD Islam Sarbainah Sukarami — mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan. Di antaranya Kelok Sembilan, Jam Gadang Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Danau Singkarak, Danau Kembar Alahan Panjang, hingga kawasan perkebunan teh dan perbukitan Gunung Talang.
Setiap lokasi menghadirkan pesona tersendiri, mulai dari kabut pagi di dataran tinggi hingga aliran sungai yang jernih dan menenangkan.
Rombongan ini juga diisi sejumlah tokoh dan akademisi, seperti Apriani Hernida, SH, MH (Dekan Fakultas Hukum STAI Tebo Jambi), Darmuji Jais, S.Ag, M.Pd (Ketua Prodi Politeknik Jambi), Rina Apriani, SH, MH (Dinas Sosial Kota Jambi), serta keluarga besar lainnya.
Dalam perbincangan bersama Gumantitv.online, Hj. Yulma Erita menyoroti potensi besar Kabupaten Solok, khususnya Nagari Sungai Nanam, sebagai sentra bawang merah terbesar di Sumatera Barat.
Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata agro berbasis dataran tinggi. Berbagai komoditas seperti bawang merah, cabai, tomat, kentang, seledri, terong, wortel, hingga aneka sayuran lainnya memiliki nilai jual wisata jika didukung infrastruktur yang memadai.
“Jika dikemas dengan baik, didukung perbaikan jalan dan irigasi, ini bisa menjadi daya tarik wisata yang luar biasa. Apalagi Alahan Panjang dengan danau indah, udara dingin, serta produk khas seperti stroberi dan lamang hitam,” jelasnya.
Ia juga menyatakan kebanggaannya sebagai bagian dari Ranah Minangkabau dan berkomitmen untuk turut mempromosikan potensi daerah.
“InsyaAllah kami akan ikut mempromosikan keindahan alam Ranah Minang dan berkontribusi untuk pembangunan kampung halaman,” tambahnya.
Sementara itu, Masriwal berharap para perantau Minang di mana pun berada tidak melupakan asal-usulnya.
“Ranah Minang bukan hanya tempat asal, tetapi juga memiliki potensi wisata luar biasa yang harus dijaga. Sinergi antara ranah dan rantau selama ini sudah terbangun baik, dan kontribusi perantau sangat besar. Semoga ke depan semakin meningkat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Darmuji Jais, S.Ag, M.Pd, yang didampingi istrinya, Rina Apriani, SH, MH. Ia menilai perjalanan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi juga refleksi akan pentingnya menjaga hubungan dengan akar budaya.
“Di sini kami merasa pulang, bukan hanya secara tempat, tetapi juga secara hati. Sebagai bentuk kepedulian, kami akan terus mendukung kemajuan Pondok Tahfidz Darul Qura Mushalla Nurul Ihsan Kutianyie dan lembaga lainnya di Lembah Gumanti,” tuturnya.
Di akhir kunjungan, para perantau Minang dari Jambi juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Dr. H. Jon Firman Pandu, SH dan H. Candra, SH.I, agar terus meningkatkan pembangunan, terutama infrastruktur jalan, irigasi, fasilitas umum, serta penguatan sektor pendidikan, keagamaan, adat, dan budaya di nagari-nagari.
Mereka juga mendoakan agar berbagai ujian dan musibah yang melanda Sumatera Barat dan sejumlah daerah lainnya segera berlalu, serta berharap terciptanya dunia yang damai tanpa peperangan.
Komentar
Posting Komentar