Potensi 350 Lulusan SLTP per Tahun, Tokoh Nagari Sungai Nanam Serukan: Prioritaskan SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti
Potensi 350 Lulusan SLTP per Tahun, Tokoh Nagari Sungai Nanam Serukan: Prioritaskan SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti
Kabar Gumanti TV
Sungai Nanam, gumantitv.online — Pemekaran Nagari Sungai Nanam yang tengah berlangsung menuju pembentukan empat nagari baru—Sungai Nanam Induk, Sungai Nanam Timur, Sungai Nanam Barat, dan Sungai Nanam Selatan—menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Solok dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Nagari Sungai Nanam yang dikenal sebagai sentra pertanian dataran tinggi dengan pesona wisata sayuran, ternyata menyimpan potensi besar di bidang pendidikan. Setiap tahunnya, tiga sekolah menengah pertama negeri di wilayah ini, yakni SMPN 2, SMPN 6, dan SMPN 8 Lembah Gumanti, meluluskan rata-rata sekitar 350 siswa tingkat SLTP.
Namun, potensi besar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan. Masih banyak lulusan yang memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah, meskipun di nagari sendiri telah tersedia dua sekolah negeri, yaitu SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti, dengan fasilitas dan tenaga pendidik yang memadai.
Ajakan Tokoh Perantau dan Masyarakat
Tokoh masyarakat Sungai Nanam yang juga Ketua DPP IKKSN, Salmanir Datuak Bandaro (perintis SMKN 2 Lembah Gumanti), bersama Ketua Umum IKTT, H. Zainal Malin Sulaiman (perintis penegerian SMAN 2 Lembah Gumanti), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memprioritaskan pendidikan anak di nagari sendiri.
Dalam pesan yang disampaikan melalui grup WhatsApp nagari, mereka menegaskan bahwa keberadaan sekolah negeri di Sungai Nanam merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan.
“Sebagai anak nagari, walaupun kami di perantauan, kami mengajak seluruh tokoh masyarakat dan orang tua untuk memprioritaskan SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti. Statusnya sekolah negeri, lokasi dekat, guru ASN dan PPK tersedia, fasilitas mendukung, serta biaya terjangkau. Yang terpenting, anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua dan terhindar dari risiko putus sekolah saat kondisi ekonomi sulit,” ujar Salmanir.
Dukungan Pemerintahan dan Lembaga Nagari
Ajakan tersebut mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintahan dan lembaga nagari, di antaranya:
- Wali Nagari Sungai Nanam, Delfi, S.Sos
- Plt Wali Nagari Persiapan Sungai Nanam Timur, Almasra, S.Pd
- Plt Wali Nagari Persiapan Sungai Nanam Selatan, Jon Rahman, S.Pd
- Plt Wali Nagari Persiapan lainnya, Afrizal, S.Sos
- Ketua BPN Sungai Nanam, H. Ahmad Fauzi
- Ketua KAN Sungai Nanam, Parlis Dt Ampang Batuah
Serta dukungan tokoh masyarakat di kampung halaman maupun perantauan.
Peluang Besar yang Belum Optimal
Dengan jumlah lulusan mencapai 350 siswa per tahun, sebenarnya SMAN 2 dan SMKN 2 memiliki basis calon peserta didik yang sangat kuat. Jika minimal 70 persen lulusan dapat terserap, maka setiap tahun akan ada sekitar 245 siswa baru, angka yang cukup untuk mendorong perkembangan sekolah, baik dari sisi fasilitas, tenaga pendidik, maupun optimalisasi dana BOS.
Namun kenyataannya, masih terdapat keraguan sebagian orang tua terhadap kualitas sekolah di nagari, sehingga memilih menyekolahkan anak ke luar daerah. Kondisi ini kerap berdampak pada meningkatnya risiko putus sekolah, terutama saat ekonomi keluarga mengalami penurunan akibat fluktuasi harga hasil pertanian.
Harapan Tokoh Muda dan Peran Pemerintah
Tokoh muda Sungai Nanam seperti Riki Namzah, S.Sos.I, Mulyono, S.C, dan Ari Arika, S.Pd menegaskan pentingnya dukungan dari Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok.
Mereka berharap adanya kebijakan yang memperkuat distribusi siswa dari tiga SMP di Sungai Nanam agar lebih terarah ke SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti.
Penguatan SMKN 2 dan Inovasi SMAN 2
Kepala SMKN 2 Lembah Gumanti, Aviv Andrici, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa pihak sekolah terus berbenah dan membutuhkan dukungan pemerintah serta perantau.
“Kami membutuhkan penguatan sarana seperti akses jalan, laboratorium praktik, bengkel, serta teaching factory yang sesuai dengan potensi pertanian dan pariwisata. Saat ini juga telah keluar izin penambahan jurusan Teknik Sepeda Motor, dan kami sedang mengupayakan jurusan baru seperti servis dan rancang komputer serta handphone,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Lembah Gumanti, Boysol Asril, S.Pd, menegaskan bahwa sekolahnya terus melakukan inovasi dan siap menjadi pilihan utama bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jalur akademik.
“SMAN 2 memiliki fasilitas memadai, program beasiswa, lokasi strategis dekat jalan utama, serta bantuan bagi siswa kurang mampu. Kami mengajak siswa untuk melanjutkan pendidikan di sini,” katanya.
Sosialisasi dan Target Penerimaan Siswa
Menjelang Tahun Pelajaran 2026/2027, kedua sekolah terus melakukan sosialisasi ke SMP dan madrasah di Kabupaten Solok dan Solok Selatan.
Adapun target penerimaan siswa:
- SMKN 2 Lembah Gumanti (Lipek Pageh, Sungai Nanam Timur): 150 siswa (5 jurusan)
- SMAN 2 Lembah Gumanti (Aie Baluluak): 150 siswa (6 kelas)
Dukungan Tokoh Sumatera Barat
Tokoh Sumatera Barat sekaligus Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dr. Bakhtiar, M.Ag, yang merupakan putra Sungai Nanam, turut mengajak masyarakat untuk mendukung kemajuan sekolah di nagari.
“Jika sekolah ini maju, yang diuntungkan adalah anak kemenakan kita sendiri. Ekonomi nagari bergerak, generasi muda tetap dekat dengan adat, dan orang tua bisa mengawasi langsung. Peluang masuk perguruan tinggi dan dunia kerja juga terbuka luas,” ujarnya.
Ajakan serupa disampaikan oleh Masriwal, S.AP, pendiri lembaga pendidikan di Arosuka dan perintis SMKN 2 Lembah Gumanti.
“Mari jadikan SMAN 2 dan SMKN 2 sebagai rumah kedua bagi anak cucu kita. Sekolah negeri, mutu terjamin, dan masa depan tetap dalam nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Sungai Nanam bisa maju jika kita bergerak bersama,” tegasnya.
Kesimpulan: Potensi besar 350 lulusan SLTP per tahun di Sungai Nanam merupakan peluang strategis untuk mendorong kemajuan pendidikan lokal. Dengan sinergi masyarakat, pemerintah, dan perantau, SMAN 2 dan SMKN 2 Lembah Gumanti diyakini mampu menjadi pusat pendidikan unggulan sekaligus penggerak pembangunan nagari.
Komentar
Posting Komentar