Langsung ke konten utama

Program Sertifikat Tanah Tuai Penolakan! Datuak & Ninik Mamak Minangkabau: "Ini Ancaman bagi Adat!"

Kabar Gumanti TV
     Pembuat fhoto: Zulfikri Sasma
Sumatera Barat, gumantitv.online – 
Program sertifikasi tanah ulayat di wilayah Minangkabau kembali menuai kontroversi. Sejumlah datuak, ninik mamak, dan tokoh adat menyatakan penolakannya terhadap program tersebut yang dinilai mengancam sistem kepemilikan kolektif dalam adat Minangkabau.

Penolakan secara terbuka disampaikan pada Sabtu, 13 Juli 2025, dalam forum adat terbuka yang digelar di Nagari Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Forum tersebut dihadiri oleh ratusan tokoh adat, akademisi, dan perwakilan masyarakat nagari dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Penolakan ini tidak hanya datang dari para pemangku adat di nagari-nagari, tetapi juga dari kalangan akademisi dan praktisi hukum adat. Tiga doktor dari perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Barat memberikan kritik tajam terhadap kebijakan tersebut. Menurut mereka, program ini dapat menggerus nilai-nilai kolektif tanah pusako tinggi dan membuka celah terhadap privatisasi aset adat yang selama ini dijaga secara turun-temurun.

  “Sertifikasi tanah ulayat, dalam konteks tanah adat Minangkabau, adalah bentuk kolonialisasi modern. Ini pelan-pelan akan mengubah tanah komunal menjadi kepemilikan individual,” tegas Dr. Erwin Nasrul, pakar hukum adat dari Universitas Andalas.

Suara Datuak dan Ninik Mamak

Kritik serupa disuarakan oleh Datuak Rajo Mangkuto dari Luhak Limopuluah. Ia menyebut bahwa program ini dijalankan tanpa dialog yang cukup dengan lembaga adat.

  “Kami bukan menolak kemajuan, tapi jika adat diabaikan, maka hilanglah ruh dari Minangkabau itu sendiri. Tanah ulayat bukan benda mati yang bisa disertifikatkan sesuka hati,” ujar Datuak Rajo Mangkuto.

Ninik mamak lainnya juga menyoroti potensi konflik sosial jika tanah ulayat mulai dikelola secara perseorangan melalui proses sertifikasi.

Dampak Sosial dan Budaya

Pengamat sosial dan budaya, Dr. Leni Safitri, mengingatkan bahwa tanah ulayat merupakan identitas kolektif masyarakat adat Minangkabau. Sertifikasi dalam bentuk hak milik individual dikhawatirkan akan melemahkan peran kaum dalam menjaga dan mengelola tanah adat.

  “Jika tanah ulayat bisa dijual atas nama individu, maka hilanglah sistem kekerabatan yang selama ini menjadi kekuatan orang Minang,” katanya.

Tuntutan Penghentian dan Dialog Ulang

Para tokoh adat mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menghentikan program sertifikasi tanah ulayat hingga ada mekanisme khusus yang menghargai dan mengakui struktur adat Minangkabau.

  “Kami minta Presiden dan Menteri ATR/BPN mendengar suara kami. Jangan samakan tanah ulayat dengan tanah negara atau tanah pribadi,” ujar Datuak Sinaro Basa, tokoh adat dari Tanah Datar.

Editor: Tim Redaksi GumantiTV.online
“Bersama Menumbuhkan Media, Membangun Wawasan Masyarakat”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menebar Keberkahan Jelang Ramadhan, TK–SD Islam Sarbainah Arosuka Berbagi untuk “Uda Ojek” dan Kaum Dhuafa

Menebar Keberkahan Jelang Ramadhan, TK–SD Islam Sarbainah Arosuka Berbagi untuk “Uda Ojek” dan Kaum Dhuafa Kabar  Gumanti TV Arosuka,Solok,  gumantitv.online  —  Suasana Sabtu pagi (7/2/2026) di kawasan Arosuka, pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, tampak berbeda. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar TK dan SD Islam Sarbainah Yayasan Pendidikan Sarbainah menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Sarbainah Berbagi Menyambut Ramadhan Berkah.” Kegiatan sosial ini menyasar pengemudi ojek pangkalan yang sehari-hari beroperasi di sekitar Arosuka—akrab disapa Uda-uda Ojek —serta imam dan gharim masjid/mushalla, anak yatim piatu, dan kaum dhuafa di wilayah tersebut. Kegiatan Tahunan yang Menyentuh Hati Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB, diawali dengan outbound siswa-siswi SD Islam Sarbainah dan silaturahmi antara pengurus yayasan, guru, orang tua murid, serta para pengemudi ojek. Sebanyak 25 paket sa...

Sukseskan Trilogi Program Kemenag, MTsN 5 Solok Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Sukseskan Trilogi Program Kemenag, MTsN 5 Solok Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Kabar  Gumanti TV Surian,  Solok ,  gumantitv.online  –  MTsN 5 Solok menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan Trilogi Program Kementerian Agama dengan menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) . Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 2–4 Februari 2026 , bertempat di ruang majelis guru MTsN 5 Solok, Surian. Workshop menghadirkan Dr. Hj. Khurnia Evanila Sari, M.Pd , Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, sebagai pemateri utama yang memberikan penguatan konseptual sekaligus praktik implementasi kurikulum berbasis nilai kasih sayang dalam pendidikan madrasah. Sinergi Pendidik se-Kecamatan Pantai Cermin Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 5 Solok, tetapi juga melibatkan peserta undangan dari sejumlah madrasah di wilayah Kecamatan Pantai Cermin . Kehadiran ...

Salimah Kabupaten Solok Gelar Pelantikan, Luncurkan Program Unggulan, dan Serahkan Bantuan Bencana

Salimah Kabupaten Solok Gelar Pelantikan, Luncurkan Program Unggulan, dan Serahkan Bantuan Bencana Kabar  Gumanti TV Koto Baru, Solok  gumantitv.online  —  Persatuan Wanita Muslimah (Salimah) Kabupaten Solok resmi menggelar pelantikan pengurus Pimpinan Daerah (PD) dan Pimpinan Cabang (PC) periode terbaru pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di Aula Pertemuan Gedung Pustaka Kabupaten Solok, Koto Baru. Selain prosesi pelantikan, acara juga dirangkaikan dengan peluncuran program unggulan “SISTER” (Sekolah Ibu Salimah Terpadu) serta penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok. Organisasi Salimah merupakan wadah perempuan muslimah dari berbagai latar belakang profesi yang bergerak di bidang pendidikan keluarga, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan perempuan dan anak. Dihadiri Tokoh Daerah dan Provinsi Pelantikan dihadiri sejumlah tokoh penting di Kabupaten Solok dan Sumatera Barat, di antar...